DPD PKS KARIMUN

Jurus Ampuh KPM : BPR Tuah Karimun Lolos dari Ancaman Likuidasi OJK

Di tengah tren penutupan 34 BPR/BPRS se-Indonesia pada 2026, BPR Tuah Karimun berhasil lolos dari ancaman likuidasi. Berkat empat strategi utama yang digagas Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah, status bank milik daerah ini berubah drastis dari Level 4 (Tidak Sehat) naik menjadi Level 3 (Cukup Sehat) dengan posisi keuangan positif.

BERITA UTAMA

Editor Oleh : KomDigi

5/12/20262 min read

KARIMUN – Di tengah gelombang pencabutan izin usaha bank yang bangkrut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2026 ini, PT BPR Tuah Karimun justru berhasil mencatatkan prestasi gemilang dan rapor hijau. Berkat serangkaian strategi taktis yang digagas Bupati Karimun sekaligus Ketua MPW PKS Kepri, Ing H. Iskandarsyah selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), bank milik daerah ini resmi berhasil keluar dari zona merah ancaman likuidasi.

Langkah penyelamatan ini dinilai sangat krusial mengingat OJK mencatat tren penutupan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang berlangsung masif di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 34 BPR/BPRS yang terpaksa ditutup izin usahanya, termasuk tujuh nama terbaru seperti BPR Suluki Gunung Mas, BPR Prima Master Bank, hingga BPR Sungai Rumbai.

Sebelumnya, nasib BPR Tuah Karimun nyaris berada di jurang kehancuran. Angka kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) yang sangat tinggi sempat membuat bank ini menyandang status Level 4 (Tidak Sehat). Status ini adalah tanda bahaya terberat sebelum OJK menjatuhkan keputusan penutupan permanen.

“Sebelum saya dilantik pada Februari 2025 lalu, kami sudah mendapatkan peringatan keras. BPR Tuah Karimun sudah menerima surat penetapan Level 4 dari OJK. Kami diminta segera bertindak serius jika tidak ingin bank milik daerah ini ditutup,” ungkap Iskandarsyah kepada awak media di Karimun, Minggu (10/5/2026).

Menanggapi ancaman nyata tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun langsung mengambil langkah tegas melalui empat strategi utama:

1. Melakukan restrukturisasi total pada jajaran manajemen agar lebih profesional dan akuntabel;

2. Melaksanakan injeksi modal guna memperkuat struktur keuangan bank;

3. Menetapkan BPR Tuah Karimun sebagai mitra resmi penyaluran gaji bagi seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK);

4. Mempercepat pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga arus kas masyarakat tetap berputar dan menguatkan ekosistem keuangan perbankan lokal.

Iskandarsyah menegaskan, keberadaan BPR Tuah Karimun bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan bisnis, melainkan sebagai instrumen strategis kebijakan fiskal daerah guna membantu mengangkat perekonomian masyarakat lapisan bawah.

“Kalau dikelola dengan manajemen yang profesional, kita pasti bisa sukses. BPR swasta saja bisa meraup keuntungan besar, kenapa milik daerah tidak? Padahal ini adalah BPR tertua milik Pemprov di Kepulauan Riau. Ke depannya, kami menargetkan menghadirkan program pinjaman dengan bunga nol persen khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Tidak berhenti pada pemulihan kondisi keuangan, transformasi besar-besaran terus dilakukan. Kini BPR Tuah Karimun tengah mematangkan proses modernisasi layanan. Saat ini pihak manajemen tinggal menunggu persetujuan resmi dari OJK untuk meluncurkan layanan dompet elektronik (E-Wallet) dan uang elektronik (E-Money). Langkah digitalisasi ini bertujuan memudahkan akses transaksi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing bank di tengah gempuran kemajuan teknologi keuangan.

Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil nyata. Kini status kesehatan BPR Tuah Karimun telah naik kelas menjadi Level 3 (Cukup Sehat). Kondisi defisit modal yang selama bertahun-tahun mencekik operasional bank pun berhasil dibalikkan menjadi kelebihan modal atau surplus yang cukup sehat.

“Alhamdulillah, dari daftar panjang BPR yang dilikuidasi pada tahun ini, Karimun dan BPR Tuah Karimun tidak termasuk di dalamnya. Posisi keuangan kita kini sudah positif. Dengan semangat kerja keras dan dukungan layanan berbasis teknologi, saya yakin BPR ini akan bangkit kembali menjadi motor penggerak utama perekonomian rakyat Karimun,” ucap Iskandarsyah penuh rasa syukur.

Berhasil lolos dari ancaman penutupan, BPR Tuah Karimun kini bersiap melakukan transformasi besar: dari lembaga keuangan yang nyaris mati suri, kini menjelma menjadi garda terdepan dalam mendukung permodalan dan pertumbuhan UMKM di Bumi Berazam, Kabupaten Karimun.*****

Sumber : Ulasan.co

Kontak

Hubungi kami

Email

Telepon

karimunpks1@gmail.com

0851-2664-5321

© 2025. All rights reserved.