
DPD PKS KARIMUN
7 Aspek Penting Memperkuat Ketahanan Keluarga: Berlandaskan Al-Quran dan Sunnah
Pentingnya keluarga sebagai pondasi umat dan bangsa. Panduan praktis mulai dari komunikasi, pengelolaan konflik, keuangan, hingga pendidikan agama,— agar keluarga menjadi tempat perlindungan dan "rumah surga" di dunia dan akhirat.
BULETIN TARBIYAH
Pemateri : Ustadz Suryadi ( Ketua DPD PKS Karimun ) Editor Oleh : KomDigi
11/20/20254 min read


Foto : Ketua DPD PKS Karimun, SURYADI
MUQODIMAH
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat sekalian yang saya hormati.
Hendaklah kita panjatkan puji dan syukur yang senantiasa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa, Yang telah memberika nikmat hidup, nikmat iman, dan nikmat keluarga yang tercinta kepada kita semua. Hanya dengan ridho-Nya, keluarga dapat berdiri tegas sebagai lembaga sosial paling fundamental — tempat perlindungan, sumber kebahagiaan, dan pondasi bagi keberlanjutan umat.
Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat 14: "Dan di antara nikmat-Nya ialah Dia menjadikan kamu dari dusta dan menjadikan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." Demikian besar nikmat keluarga yang diberikan-Nya, sehingga menjadi kewajiban kita untuk merawat dan memperkuatnya.
Kemudian, marilah kita kirimkan sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, yang telah memberikan contoh sempurna dalam membangun keluarga yang kuat, penuh kasih, dan berlandaskan agama. Dia adalah sosok yang paling baik kepada keluarganya, sehingga menjadi pedoman bagi kita semua dalam memperkuat ketahanan keluarga. Sholawatullahi 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, wasallam.
Agama kita juga mengajarkan, keluarga adalah "rumah surga" bagi mereka yang merawatnya dengan baik, tetapi juga "rumah neraka" bagi mereka yang lalai. Sebagai Ketua DPD PKS Karimun, saya sangat menyadari betapa pentingnya membangun keluarga yang tangguh sebagai pondasi kemajuan daerah dan umat. Oleh karena itu, hari ini kita akan membahas panduan praktis — yang didasari oleh Al-Quran dan Hadis Nabi — untuk memperkuat ikatan dan ketahanan keluarga kita semua.
Keluarga adalah lembaga sosial terkecil yang menjadi pondasi bangsa dan umat. Ketahanan keluarga tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga pada keharmonisan masyarakat dan keberlanjutan nilai-nilai agama. Untuk memperkuatnya, ada 7 aspek penting yang perlu kita perhatikan:
1. Komunikasi yang Efektif
Komunikasi adalah jembatan untuk memahami satu sama lain — membuat keluarga lebih harmonis dan mampu menghadapi tantangan bersama. Yang dimaksud adalah berbicara dengan jujur, mendengarkan dengan empati, dan mengungkapkan perasaan sesuai adab.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa': 5: "Dan berbicaralah dengan mereka dengan cara yang baik."
Rasulullah SAW juga bersabda: "Tidak ada kebaikan dalam berbicara yang banyak, kecuali seorang yang berbicara dengan benar dan penuh hikmah." (HR. Tirmidzi)
2. Keterlibatan Keluarga
Meluangkan waktu bersama, melakukan aktivitas bersama-sama, dan secara teratur menunjukkan kasih sayang akan memperkuat ikatan emosional. Ini menciptakan suasana penuh kehangatan dan dukungan.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum: 21: "Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang."
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku." (HR. Tirmidzi)
3. Pengelolaan Konflik
Konflik adalah hal wajar dalam keluarga. Yang penting bukan menghindarinya, melainkan menyelesaikannya dengan cara yang sehat, konstruktif, dan penuh rasa hormat.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa': 59: "Dan jika kamu berselisih dalam sesuatu, kembalikanlah (perselisihan itu) kepada Allah dan Rasul, agar kamu mendapatkan keadilan."
Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin tidak boleh membenci istri yang mukminah. Jika dia tidak menyukai salah satu akhlaknya, maka dia akan menyukai akhlaknya yang lain." (HR. Muslim)
4. Pengelolaan Keuangan Keluarga
Merencanakan dan mengelola keuangan dengan bijak, berdasarkan prinsip halal dan berkah, akan mengurangi stres dan meningkatkan kestabilan ekonomi. Ini juga membentuk sikap hemat dan bertanggung jawab.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. Al-Furqan: 67: "Dan orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya."
Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu tinggalkan ahli warismu dalam keadaan miskin, meminta-minta kepada orang lain. Sebab, jika engkau meninggalkan mereka dalam keadaan kaya, itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kemiskinan." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Pendidikan Agama dan Nilai-nilai
Menanamkan nilai-nilai agama dan moral sejak dini membantu keluarga menghadapi tantangan, menjaga keutuhan akidah, dan memperkuat ikatan spiritual.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim: 6: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."
Rasulullah SAW bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), ayah dan ibunya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari)
6. Kesehatan dan Kesejahteraan
Menjaga kesehatan fisik dan mental setiap anggota keluarga sangat penting. Kesehatan yang baik memungkinkan setiap orang menjalankan tugasnya dengan optimal dan menciptakan suasana rumah yang bahagia.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 195: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."
Rasulullah SAW bersabda: "Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan. Sesungguhnya, setelah nikmat keimanan, tidak ada nikmat yang lebih baik yang diberikan kepada seseorang selain nikmat sehat." (HR. Hakim )
7. Pemberdayaan dan Kemandirian
Mendorong setiap anggota keluarga untuk mandiri dan mengembangkan potensi diri meningkatkan rasa percaya diri serta ketahanan keluarga secara keseluruhan. Ini membentuk generasi yang mampu berdiri sendiri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Landasan:
Allah berfirman dalam QS. Al-Isra': 26: "Dan berikanlah kepada orang-orang yang membutuhkan (hak) mereka, dan orang-orang yang berkeliling mencari rezeki. Dan janganlah kamu menghabiskan harta kamu dengan cara yang boros."
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah." (HR. Ibn Majah)
Kesimpulannya, ketahanan keluarga tidak terbentuk secara otomatis — melainkan hasil upaya bersama setiap anggota dalam mengelola berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Semua prinsip yang kita bahas hari ini tidak terlepas dari landasan Al-Quran dan Sunnah, yang menjadi pedoman yang pasti.
Sebagai Ketua DPD PKS Karimun, saya mengajak semua saudara dan saudari untuk tekun menerapkan prinsip-prinsip ini. Semoga keluarga kita menjadi tempat perlindungan, sumber kebahagiaan, dan pondasi kokoh bagi generasi mendatang — serta berkontribusi pada kemajuan daerah Karimun dan umat Islam secara luas.
Mari kita panjatkan puji syukur lagi kepada Allah yang telah memberika kesempatan untuk membahas hal yang berharga ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberkahi setiap upaya kita dan menjadikan keluarga kita sebagai "rumah surga" di dunia dan di akhirat.
Sholawatullahi 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, wasallam.
Aamiin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
